Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Februari 2011

Indahnya Pulau Phiphi

Salah satu pantai terindah dan terkenal didunia adalah pantai yang terletak di kepulauan Phiphi, apabila anda menyukai indahnya panorama pantai, anda tidak salah untuk memilih pantai ini sebagai salah satu tujuan bertraveling.

Kepulauan Phi Phi yang berlokasi di Thailand, diantara pulau Phuket dan daratan Tahiland. Secara demografis kepulauan tersbut merupakan bagian dari Provinsi Krabi. Pulau ini biasa disebut Ko Phi Phi, dimana ko berarti Pulau.

Untuk lebih memperjelas dimana persisnya Pulau Phiphi tersebut, kita dapat melihat sama-sama peta dibawah ini dengan navigasi yang ada disebelah pojok kiri atas :



Lihat Peta Lebih Besar


Ko Phi Phi Don adalah pulau terbesar dalam kepulaun ini dan merupakan satu-satunya pulau dengan penduduk permanen meskipun pantai dari pulau terbesar kedua ini, Ko Phi Phi Lee sering di kunjungi banyak turis, akan tetapi tak tersdianya fasilitas akomodasi, namun perjalanan dari Ko Phi Phi Don hanya memakan waktu senbentar saja. Pulau-pulau lainya nggak lebih dari batu- batu karang besar yang mencuat ke permukaan laut.

Ko Phi Phi Lee menjadi pulau terkenal saat film The beach yang dibintangi Leonardo De Carprio dirilis. Meski film itu mendapat kecaman karena menebang beberapa pohon yang alami demi mendapatkan gambar yang diinginkan, film itu tetap laris dan membuat nama pantai ini dikenal diseluruh dunia dan menjadi tujuan para wisatawan dari penjuru dunia.

Sayang sekali saat terjadi Tsunami yang melanda Aceh kemaren, pulau ini juga ikut terkena dampaknya. phi Phi Don hancur, Tapi kini seluruh kegiatan bisnis telah kembali beroperasi dengan fasilitas keamanan jauh lebih baik dari sebelumnya.

Phi Phi Don
Phi Phi Don, pulau yang lebih besar menawarkan tebing kapur terjal, pantai berpasir halus dan teluk yang tersembunyi. Tidak jauh, taman coral dan karang dalam menjadi tempat yang sensasional untuk menyelam dan snorkeling. Tidak ada mobil di Phi Phi, hanya ada trek jalan kecil yang menyilang pulau, sehingga berkeliling di Phi Phi amat mudah – anda hanya perlu mengambil perahu ekor panjang (longtail) setempat, atau berjalan kaki.

Phi Phi Don menawarkan beberapa pemandangan yang paling siap dibanding tempat manapun di dunia. Phi Phi Don sendiri terdiri dari dua bagian utama, secara khusus dihubungkan dengan bentangan sempit pasir putih yang berkilauan. Di bagian tengah, dilakukan pembangunan Ton Sai pertama.


Sejak saat itu, Phi Phi Don mendapat reputasi sebagai salah satu lokasi pemandangan paling memikat di wilayah ini, yang menawarkan pemandangan pantai yang berkilau, pirus laut, dan landskap yang luar biasa. Reputasi ini, bagaimanapun, tidak datang tanpa harga yang besar.

Phi Phi Leh
Phi Phi Leh yang lebih kecil tidak berpenghuni dan terdiri dari tebing-tebing kapur curam yang bermunculan dari pirus air. Phi Phi Leh juga memiliki gua-gua dan teluk-teluk kecil berbatu-batu. Ada beberapa teluk dangkal yang ideal untuk snorkeling, dan di sisi Timur Laut, terdapat Gua Viking yang terkenal, yang berisi apa yang diklaim sebagai lukisan prasejarah.

Phi Phi Leh juga menjadi lokasi yang populer untuk sarang burung wallet, sejenis burung layang-layang. Harganya bisa mencapai 2000$ per kilonya membuat penduduk berusaha mengumpulkan sarangnya untuk membuat sup sarang burung, yang bagi orang China dipercaya memiliki nilai gizi yang lebih tinggi. Namun kegiatan ini dilarang dan kini pengamanan khusus bahkan disiapkan untuk menjaga kawasan ini dari pemburu sarang burung.

Perjalanan sehari ke Phi Phi tersedia dengan mudah dari Phuket dan Krabi dan biasanya menawarkan paket snorkeling di Phi Phi Leh. Jika Anda sudah berada di Phi Phi Don, sangat disarankan untuk menyewa perahu lokal atau mengikuti tur untuk mengunjungi Phi Phi Leh. Namun tidak diperkenankan untuk bermalam di Phi Phi Leh.

Apabila masih penasaran, ya udah langsung aja deh kesana bersama rekan-rekan atau keluarga, dijamin anda akan memiliki pengalaman bertraveling yang tidak akan terlupakan.

Selasa, 22 Februari 2011

Pilihan Traveling Di Bali




Tirta Gangga --- Eastern Of Bali



Tirtagangga...objek wisata satu ini ada di ujung timur pulau Bali. Sebuah taman air / water palace dimana didalamnya terdapat salah satu Puri peninggalan zaman kerajaan dulu. Asal usulnya adalah sebagai berikut : Tirtagangga dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Taman air / water palace ini dikonstruksi dalam arsitektur yang sangat unik dengan gaya Bali dan Cina. 


Tirtagangga bila dinikmati menjelang malam


Indah bukan? Iya dong ciptaan Tuhan pasti sangat indah, apalagi memang taman ini dirawat oleh masyarakat sekitar. Oiya Tirtagangga terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang-sekitar 83 km dari Denpasar dan 6 km dari Amlapura ke utara.

Tirtagangga terletang pada daerah 1,2 hektar yang terdiri atas tiga kompleks. Kompleks pertama yakni pada bagian paling bawah dapat ditemukan dua kolam teratati dan air mancur. Kompleks kedua adalah bagian tengah dimana dapat ditemukan kolam renang; sementara, pada bagian ketiga, yakni kompleks ketiga, kita dapat menemukan tempat peristirahatan raja.

Sebelum konstruksi Tirtagangga, terdapat sumber mata air besar di daerah ini; sehingga masyarakat setempat menyebut daerah ini "embukan" yang artinya mata air.

Mata air itu kemudian difungsikan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan air dan juga sebagai "pemurnian" dari para Dewa. Untuk tujuan ini, mata air ini dianggap suci dan sacral.

Aspek religius dalam mengkonstruksi Tirtaganga untuk rumah istirahat raja dan juga untuk fungsi umum layak untuk disaksikan.


Sampai disini dulu ya artikel travelingnya. Semoga bermanfaat.
 




Uniknya Desa Trunyan di Bali



Trunyan adalah salah satu desa tua di Bali, untuk mencapai Desa Trunyan, kita akan terlebih dahulu melewati obyek wisata penelokan. Dari ibu kota propinsi Bali akan menempuh jarak kurang lebih 65 km/ dan dari ibu kota bangli akan menempuh jarak 23 km.

Dari Penelokan, anda dapat memandang indahnya danau Batur.Terkadang terlihat perahu boat saat melayani wisatawan dalam setiap penyebrangan dari desa Kedisan ke Desa Trunyan.Kita juga dapat melepaskan pandangan ke alam sekitar melihat panorama pegunungan dengan hembusan angin yang menyejukkan.
Sisa –sisa lahar yang membeku dan berwarna hitam yang tersebar merata hampir di seluruh kawasan menjadi suatu daya tarik bagi setiap pengunjung.
Sedangkan rute obyek yang dilalui, menghubungkan wisata Kawasan Batur dengan wisata Tampaksiring dan Pura Besakih.

Untuk melengkapi fasilitas wisata yang ada di Kawasan Batur di Desa Kedisan dibangun sebuah dermaga boat yang khusus melayani penyebrangan menuju ke Trunyan. Untuk satu buah motor boat, biasanya maksimal mampu menampung tujuh orang wisatawan. Dengan tarif angkutan yang terjangkau yaitu kurang lebih Rp 250,000,- per tujuh orangnya dan para wisatawan dapat mengelilingi wisata danau Batur. Dalam waktu tempuh kurang lebih satu jam wisatawan benar-benar terpuaskan apabila berkunjung sambil mengelilingi Danau Batur.

Desa Trunyan yang memiliki banyak keunikan terletak di pinggir danau Batur dan dikelilingi tebing bukit.Diceritakan pada masa lalu ada sebuah pohon Taru Menyan yang menebarkan bau sangat harum. Konon…Bau harum itu mendorong Ratu Gede Pancering Jagat untuk mendatangi sumber bau.
Beliau bertemu dengan Ida Ratu Ayu Dalem Pingit di sekitar pohon cemara landung. Disanalah kemudian mereka kawin dan disaksikan oleh penduduk desa cemara landung yang sedang berburu. Taru menyan itulah yang telah berubah menjadi seorang dewi yang tidak lain adalah istri dari Ida Ratu pancering jagat.
Sebelum meresmikan pernikahan, Ratu Gede mengajak orang desa cemara landung untuk mendirikan sebuah desa bernama Taru menyan yang lama kelamaan menjadi Trunyan. Desa ini tepatnya berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Trunyan memiliki banyak keunikan dan daya tariknya paling tinggi adalah keunikan dalam memperlakukan jenasah warganya.Tidak seperti umat hindu umumnya di Bali yang melangsungkan upacara ngaben untuk pembakaran jenasah, di Trunyan jenasah tidak dibakar melainkan hanya diletakkan di tanah pekuburan selamanya hingga tinggal tulang & tengkorak.

Justru tengkorak tengkorak itulah yang menjadi daya tarik trunyan sebagai desa kuno dan dianggap sebagai desa Baliaga atau Bali asli.Trunyan memiliki tiga tiga jenis kuburan yang menurut tradisi desa trunyan ketiga jenis kuburan itu diklasifikasikan berdasarkan umur orang, meninggal keutuhan jenasah dan cara penguburan.Kuburan utama adalah yang dianggap paling suci dan paling baik. Jenasah yang dikuburkan hanyalah jenasah yang jasadnya utuh, tidak cacat dan jenasah yang proses meninggalnya dianggap wajar atau bukan bunuh diri serta kecelakaan.

Kuburan yang kedua disebut kuburan muda yang khusus diperuntukkan bagi bayi dan orang dewasa yang belum menikah. Namun tetap dengan syarat jenasah tersebut harus utuh dan tidak cacat.Kuburan yang ketiga disebut setra bantas, khusus untuk jenasah yang cacat dan yang meninggal karena salah pati maupun meninggal karena tidak wajar misalnya kecelakaan dan bunuh diri.Dari ketiga jenis kuburan itu, yang paling menarik adalah kuburan utama atau setra wayah.
Kuburan setra wayah ini berlokasi sekitar 400 meter di bagian utara desa dan dibatasi oleh tonjolan kaki tabing bukit.

Sebagian badannya dari bagian dada ke atas dibiarkan terbuka tidak terkubur tanah. Jenasah tersebut hanya dibatasi dengan ancak saji yang terbuat dari sejenis bamboo membentuk semacam kerucut/ yang digunakan untuk memagari jenasah.

Terdapat 7 liang lahat dan jika semua liang lahat sudah penuh dan ada lagi jenasah baru yang akan dikubur jenasah yang lama dinaikkan dari lubang/ dan jenasah yang baru akan menempati lubang tersebut.
Jenasah lama akan diatur begitu saja di pinggir lubang. Jadi jangan kaget jika di setra wayah berserakan tengkorak manusia yang yang tidak boleh ditanam maupun dibuang.
Keunikan trunyan yang lain adalah peninggalan purbakala . Prasasti trunyan tahun saka 891 masehi menyebutkan keberadaan sebuah pura yang bernama Pura pancering jagat. Di pura ini terdapat bangunan suci meru yang bertumpang tujuh. Di dalam meru tersimpan sebuah arca batu megalitik setinggi kurang lebih 4 meter yang oleh masyarakat trunyan sangat disakralkan.

Arca tersebut dikenal dengan nama Arca da donta. Tempat berstananyan ratu gede pancering jagat. Meru tumpang tujuh tersebut dianggap sebagai simbol lelaki. Simbol perempuan ada pada pelinggih Ida Ratu Ayu Dalem Pingit berupa meru tumpang tiga yang dilengkapi dengan lambang yang tak dapat diukur dalamnya . Linggih simbol purusa pradana menurut kepercayaan masyarakat Trunyan dan orang Bali lainnya merupakan simbol kesuburan. Trunyan juga mempunyai keunikan lain yakni, Tari Barong Brutuk, yang dipercayai penjelmaan dari Ratu Pancering Jagat .


Kisah Desa trunyan


Pada suatu hari empat orang putra dari keraton Sala, tiga orang putra dan satu orang putri, pergi meninggalkan keraton. Mereka ingin mencari sumber bau harum yang tercium sampai di kediaman mereka.
Keempat orang itu berjalan ke arah timur. Tanpa disadari, mereka sampai di Pulau Bali. Ketika sampai di batas Pulau Bali sebelah timur, yaitu antara desa Culik dan Tepi di perbatasan Karangasem dan Buleleng, bau harum itu tercium semakin tajam. Apalagi setelah mereka tiba di daerah Batur.Ketika tiba di kaki Gunung Batur sebelah selatan, putra terkecil, yaitu seorang putri, ingin berdiam di tempat itu. Maksud putri bungsu disetujui ketiga kakaknya. Maka, tinggallah putri bungsu di tempat itu. Kemudian ia pindah ke lereng Gunung Batur sebelah timur, tempat pura Batur berdiri. Sebagai seorang dewi, ia bergelar Ratu Ayu Mas Maketeg.


Setelah meninggalkan adiknya, ketiga putra keraton Sala melanjutkan perjalanannya. Ketika sampai pada suatu dataran di sebelah barat daya Danau Batur, mereka mendengar suara burung. Karena senangnya, putra termuda berteriak kegirangan. Akan tetapi putra tertua tidak senang mendengar teriakan adiknya. Ia menyuruh adiknya untuk tinggal saja di tempat itu, tetapi adiknya tidak mau. Marahlah sang kakak. Ia lalu menendang adiknya hingga jatuh dalam posisi duduk bersila, dan menjadi sebuah patung. Sampai sekarang di tempat yang namanya Kedisan, masih ada sebuah patung dari batu dalam posisi duduk bersila.
 
Putra tertua dan putra kedua lalu melnjutkan perjalanan menyusuri tepi Danau Batur sebelah timur. Ketika sampai disebuah dataran, mereka berjumpa dengan dua orang wanita yang sedang mencari kutu. Putra kedua amat tertarik. Ia lalu menyapa dua orang perempuan itu. Akan tetapi, putra tertua tidak senang akan tindakan adiknya. Ia lalu menyuruh adiknya tinggal ditempat itu, tetapi adik yang ini pun tidak mau. Marahlah putra tertua dan ditendangnya sang adik hingga jatuh dalam posisi tertelungkup dan cepat-cepat ditinggalkan oleh kakaknya. Selanjutnya sang adik menjadi kepala desa di tempat itu. Sekarang tempat itu terkenal dengan nama Abang Dukuh.

Putra sulung yang tinggal seorang diri melanjutkan perjalanan ke arah utara dengan menyusuri pinggir Danau Batur yang curam di sebelah timur. Tidak berapa lama, ia sampai di suatu dataran. Di tempat itu ia bertemu dengan seorang seorang dewi yang sangat cantik. Dewi itu sedang duduk sendirian di bawah pohon Taru Menyan, yaitu pohon yang berbau harum. Pohon itulah sumber bau harum yang dicari keempat putra keraton Sala itu.


Putra sulung tertarik kepada dewi yang cantik itu. Ia ingin memperistrinya. Putra sulung lalu pergi menghadap kakak dewi itu untuk meminang adiknya. Pinangan diterima, tetapi putra sulung harus mau menjadi pancer jagat atau pemimpin daerah itu. Putra sulung menyanggupi persyaratan itu. Setelah menikh dan menjadi dewa, putra sulung bergelar Ratu Sakti Pancering Jagat ( jaman dahulu sebutan untuk penguasa suatu wilayah, baik Putra atau Putri disebut Ratu ). Sang dewi, istrinya bergelar Ratu Ayu Pingit Dalam Dasar.
Di bawah pimpinan Ratu Sakti Pencering Jagat, daerah yang mereka diami berkembang menjadi sebuah kerajaan kecil. Ratu Sakti Pancering Jagat, lalu menjadi raja. Kerajaannya diberi nama Trunyan, yang berasal dari kata Taru dan Menyan, yaitu pohon yang menyebarkan bau harum sampai ke Pulau Jawa.


Setelah menjadi raja, Ratu Sakti Pancering Jagat merasa was-was. Ia khawatir, jangan-jangan ada orang yang akan menguasi kerajanannya karena terpesona oleh bau harum pohon Menyan yang ada di derahnya. Beliau lalu memerintahkan menghilangkan bau harum yang menusuk hidung itu. Caranya adalah dengan meletakkan jenazah-jenazah orang Trunyan di bawah pohon Taru Menyan yang banyak terdapat di sana supaya membusuk di alam terbuka.


Sejak itu Desa Trunyan tidak lagi berbau harum sekali. Jenazah-jenazah penduduk, yang semula diharapkan akan membusuk di alam terbuka di daerah pemakaman Sema Wayan itu ternyata tidak mengeluarkan bau busuk yang tajam. Hal itu sungguh merupakan suatu keanehan dan keajaiban di daerah itu.

dari berbagai sumber

Senin, 21 Februari 2011

Indahnya Kepulauan Maldives

  Apakah anda pernah traveling ke suatu kepulauan yang namanya Kepulauan Maldives? Apabila belum, jawabannya adalah : 'SAMA" saya juga belum pernah......loh...loh....kok jadi ngelantur neh.....!!!

Ok, lanjut. Bagi anda yang memiliki uang sangu lebih dan baru menikah serta berencana untuk melakukan honeymoon sekaligus bertraveling, tidak ada salahnya untuk memilih tempat yang satu ini. Tapi sebelumnya mungkin anda perlu beberapa informasi lebih lanjut seperti apa sih kepulauan Maldives tersebut?

Berikut adalah sedikit informasi yang bisa kita ketahui mengenai latar belakang dan kehidupan penduduk yang berada disana :

Kebudayaan

Kepulauan Maldives terletak dan berada pada jalur perdagangan di perairan samudra Hindia. Kepulauan Maldives memiliki posisi yang sangat nyaman dan indah, para pendatang dari  segala penjuru dunia sudah berkunjung saat kepulauan ini tercipta. Hal tersebut sedikit banyaknya berpengaruh kepada kebudayaan mereka baik itu penduduknya, bahasanya, kepercayaan, seni budaya serta kehidupan penduduk lokalnya.

Penduduk lokal Maldives mungkin berbeda antara satu kepulauan pesisir dengan pesisir yang lain, campuran antara Asia Selatan, Africa dan Arab. Bahasanya menggunakan bahasa Dhivehi, tetapi memiliki sedikit perbedaan dialek pada masing-masing wilayah.

Penduduk lokal Maldives juga memiliki suatu dasar kepercayaan antara agama dan budaya,  agama Islam masih mendominasi , walaupun pengaruh dari nenek moyang mereka yang memiliki kepercayaan supranatural masih kental di lakukan oleh sebagian besar komunitas di kepulauan tersebut. Masih juga ada beberapa penduduk yang menganut tradisi dan kepercayaan yang mengarah ke agama  Budha.


Sejarah

Bagi orang-orang Maldives, ada cerita dongeng sejarah jaman dulu kala yang telah melegenda dan menjadi mitos di kehidupan mereka yang terkenal dengan sebuta Rannamaari, sebuah cerita dongeng tentang monster laut yang meminta seorang wanita yang masih perawan untuk dijadikan tumbal setiap bulan purnama tiba, sampai datang seorang pemuda yang gagah berani dari kepulauan Morocco yang bernama tuan Abdul Barakaath-Ul Barbary untuk membinasakan monster tersebut dan mengusirnya jauh-jauh.

Itu adalah sebuah cerita dari Bodu Thakurufaanu, yang sangat terkenal di saat itu, dimana dia telah menyelamatkan kepulauan Maldives dari Serangan Portugis. Cerita tersebut banyak anekdotnya, dari kenyataan yang ada. Berdasarkan potret kehidupan yang tersirat bahwa penduduk Maldives adalah orang-orang yang melakukan perjalanan jauh dan panjang dari penjuru dunia. Sebuah perjalanan yang mana secara geografis terisolasi tetapi kenyataanya tidak ada batas pada dunia mereka. Maldives sampai saat ini masih seperti itu - kecil tetapi tidak kekurangan ; terisolasi tetapi tetap terlihat bersahaja dan indah.

 Letak Geografis

Setiap karang di perairan Maldives terdiri dari coral yang mengelilingi sebuah pantai, setiap pulau memiliki karang yang saling mengelilingi daerah mereka yang dihuni oleh bermacam-macam makhluk laut dan vibrant coral yang memproteksi kepulauan Maldives dari dari terjangan ombak besar. 

99 % dari kepulauan Maldives berada dan tercipta diatas lautan. Orang-orang yang tinggal dan hidup di kepualaun Maldives tersebar disekitar kepulauan yang dikelilingi karang , dihuni oleh sekitar 200 oang dimasing-masing kepulauan. Sekitar 90 pulau telah dibangun resort dan hampir semuanya tidak berpenghuni sebelumnya atau hanya digunakan sebagai tempat untuk bercocok tanam yang semata-mata hanya sebagai tempat mata pencaharian bagi kelangsungan hidup mereka.




Lihat Peta Lebih Besar


Bagaimana, sudah ada titik terang mengenai kepulauan ini kan??? Kalo teman-teman belum mengetahui letak persisnya dimana kepulauan Maldives tersebut, dapat melihat peta di atas ini : kalo kurang jelas bisa diotak-atik sendiri dengan pointer yang ada disebelah kiri atas, tapi petanya jangan di bawa pulang ya.....???

Bagaimana apakah anda berminat untuk traveling kesana.....??? Ikuuuuttttttttt........doooongggggg!!!












Uniknya DesaTenganan Pegringsingan Bali

          Desa Tengganan terletak di antara perbukitan, termasuk kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem kurang lebih 17 km dari kota Amlapura atau 65 km dari Denpasar terdiri atas 3 banjar yaitu banjar Kauh, banjar Kangin dan banjar Pande. Wilayah desa terdiri dari tiga bagian utama al; komplek pemukiman, perkebunan dan komplek persawahan merupakan salah satu dari sejumlah desa kuno di pulau Bali dimana pola kehidupan masyarakatnya merupakan satu contoh kebudayaan desa-desa Bali Aga (pra Hindu) yang berbeda dengan desa-desa lain di Bali dataran. 

         Tenganan Pegringsingan adalah salah satu dari beberapa kampung bali tua di Bali. Kampung lainnya antara lain di Trunyan dan di Nusa Penida. Bali Aga (Bali Tua) ini berbeda dengan daerah Bali lainnya, konon ini adalah Bali sebelum Majapahit menaklukan Bali. Tenganan terletak tidak jauh dari areal pantai Candi Dasa, sekitar 3 km kearah utaranya.
 
          Untuk masuk ke kampung ini kita hanya perlu membayar secara sukarela. Dibagian depan areal parkir berjejer toko-toko suvenir yang menjajakan wadah-wadah dari tanaman mirip rotan kecil yang dianyam (setelah googling ternyata itu dari tanaman ata). Lalu kita memasuki area yang seperti benteng. Didalamnya ada bangunan-bangunan tua seperti bale besar, dan bangunan-bangunan yang lebih kecil. Bale ini masih digunakan sampai sekarang jika ada upacara dan musyawarah. Areal kampung ini menanjak ke utara. Banyak juga sangkar ayam dan ayam petarungnya. Jalanan setapaknya dari batu kali. Selain bertani penduduk disini berpenghasilan sebagai pengrajin.
 
 
          Keunikan yang dimiliki desa Tenganan sehingga menjadi salah satu obyek wisata yang harus dikunjungi antara lain:
  1. Pola perkampungan yang seragam yang bersifat linear.
  2. Struktur masyarakat yang bilateral yang berorientasi pada kolektif dan senioritas.
  3. Sistem ritual khusus dlm frekuensi yang tinggi dengan menyungguhkan perpaduan agama, seni dan solidaritas social.
  4. Tradisi mekare-kare setiap bulan Juni yaitu tradisi perang pandan dalam kontek ritual, nilai religius, semangat perjuangan dan uji ketangguhan fisik yang diiringi oleh gambelan tradisional selonding.
  5. Seni kerajinan tenun ikat kain geringsing dengan design dan tata warna khas, serta memiliki bentuk, fungsi dan makna estetis yang tinggi. Kain ini dipakai pada waktu upacara dimana dipercaya dengan memakai kain ini akan terhindar dari penyakit. Kata Geringsing sendiri berasal dari bahasa Bali yaitu “gering” yang berarti penyakit keras dan “sing” berarti tidak.

             Desa tenganan mempunyai luas area sekitar 1.500.000 hektar, ketika tempat wisata – wisata yang lain dibali berkembang pesat seperti Pantai Kuta, Pantai Amed, yang sangat meriah dengan kehadiran Hotel, Pantai, Café, dan kehidupan malamnya. Desa Tenganan tetap saja berdiri kokoh tidak peduli dengan perubahan jaman dengan tetap bertahan dengan tiga balai desanya yang kusam dan rumah adat yang berderet yang sama persis satu dengan lainnya. Dan tidak hanya itu didesa ini keturunan juga dipertahankan dengan perkawinan antar sesama warga desa. Oleh karena itu Desa Tenganan tetap tradisional dan eksotik, walaupun Masyarakat Tenganan menerima masukan dari dunia luar tetapi tetap saja tidak akan cepat berubah, karena peraturan desa adat /awig-awig mempunyai peranan yang sangat penting terhadap masyarakat Desa Tenganan.

Untuk memasuki desa Tenganan sangatlah unik, sebelum masuk ke area Desa Tenganan. Kita akan melalui sebuah loket, disitu kita tidak diharuskan membayar. Memang karena tidak ada tiket/karcis yang dijual, tapi kita memberikan sumbangan sukarela berapa saja seikhlas kita ke petugas dibangunan kayu yang semipermanen, sebelum masuk wisatawan harus melalui gerbang yang cukup sempit yang hanya cukup dilewati oleh satu orang. Penghasilan penduduk Desa Tenganan juga tidak jelas berapa pendapatannya, karena disana masih menggunakan sistem barter diantara warganya.disana banyak tanaman, sawah, kerbau yang bebas berkeliaran dipekarangan mereka. 
Untuk mendongkrak potensi wisata mereka, Penduduk Desa Tenganan banyak yang menjual hasil kerajinan tangannya ke turis. Artshop juga dapat kita lihat begitu kaki kita melangkah kepintu masuk, mereka menjual banyak kerajinan. Seperti Anyaman bambu, ukir-ukiran, lukisan mini yang diukir diatas daun lontar yang sudah dibakar, dan yang paling terkenal adalah kain geringsing. Kain ini sangatlah unik karena dengan sekilas memandang kita dapat langsung mengetahui kalau kain tersebut memang buatan tangan. Kain ini termasuk mahal, dan hanya diproduksi di desa tenganan saja. Waktu pengerjaannya pun memerlukan waktu yang cukup lama, karena karena warna – warna yang terdapat dikain gringsing ini berasal dari tumbuh-tumbuhan dan memerlukan perlakuan khusus. Walaupun banyak wisatawan yang semakin lama semakin banyak untuk datang didesa ini, namun sayang belanja suvenir mereka masih kurang. Ungkap I Made pelukis lukisan mini diatas daun lontar. 

Berada di desa ini kita merasakan suasana yang aman dan damai, para penduduk desanya yang sangat ramah dan bersahabat. Kita dapat berkeliling areal desa tersebut dan menyaksikan aktivitas mereka sehari hari. Saat yang paling tepat kita berada disana pada saat sore hari, karena pada sore hari biasanya mereka penduduk desa Tenganan sudah melakukan aktivitasnya. Dan berkumpul didepan rumahnya masing-masing, dan tak ayal mereka keluar dan berkumpul bersama para penduduk yang lain. Dan pada saat ini kita dapat menyaksikan dan melihat tingkah laku dan adat budaya tradisional mereka yang amat kental. Maka pantaslah jika mereka disebut dengan sebutan BaliAga / Asli. 

Apabila anda ingin melakukan travelling ke Bali, tidak ada salahnya untuk memutuskan datang kesini dan melihat dari dekat kebudayaan warga Tenganan yang tidak pernah lepas dari budaya tradisionalnya  walaupun dijaman Blogging seperti yang kita lakukan saat ini...............