Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner
Tampilkan postingan dengan label Marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marketing. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Februari 2011

Matahari Lepas Aset

PT Matahari Putra Prima Tbk akan mendivestasikan seluruh aset noninti tidak lancar senilai Rp4 triliun untuk pengembangan bisnis Matahari Food Business (MFB) Hypermart.
Berdasarkan rekomendasi Merrill Lynch, Perseroan disarankan melakukan divestasi operasional dan aset noninti untuk meningkatkan nilai pemegang saham.

Multipolar, sebagai pemegang saham, disarankan melakukan eksplorasi lebih lanjut atas ketertarikan peritel global tersebut demi kepentingan pemegang saham.

Direktur Keuangan Matahari Hendra Sidin mengatakan pelepasan aset noninti tidak lancar itu diharapkan untuk membuat aset itu lebih likuid. “Merrill Lynch sebagai konsultan berusaha mengidentifikasi kemungkinan peritel global untuk berinvestasi dan bermitra mengembangkan bisnis ritel MFB," kata Hendra, seusai mengadakan rapat umum pemegang saham tahunan kemarin.

Nilai aset yang dilepas, ujarnya, berkisar Rp3 triliun-Rp4 triliun dari total aset Matahari senilai Rp11 triliun. Aset itu akan dilikuidkan untuk pengembangan 10 hingga 17 gerai bisnis consumer good pada divisi Matahari Food Business (MFB) antara lain di kota Jakarta, Surabaya, Kediri, Sidoarjo, Semarang, Kudus dan sejumlah kawasan Indonesia timur. Divestasi atau pelepasan aset itu diantaranya berupa gedung di sejumlah kota.

Saat ini, tim Matahari sedang mencari investor untuk membeli maupun menyewa gedung strategis yang dulu dibeli Matahari. Pencarian investor itu diperkierkan memerlukan waktu lebih dari setahun.

Untuk itu, Matahari belum bisa memprediksi dan memproyeksikan pengembangan lanjutan dan target capaian laba tahun mendatang. "Sehingga pengembangan Hypermart akan lebih optimal," katanya.

Pelepasan aset non lancar itu, kata Hendra, sekaligus menepis rumor akan dilepaskannya Hypermart oleh Matahari Putra Prima. Source: Ashari Purwo.

Jangan Sia-siakan Lagi Momentum

 Pasar dan industri digital tumbuh mencengangkan. Genius lokal pun bermunculan sebagai digitalpreneur yang mumpuni. Sambangi mereka sekarang juga, jika tak ingin menyesal kelak.
 
Belum pernah ada, rasanya, peluang sebesar dan seluas yang ditawarkan bisnis digital. Cobalah Anda bayangkan sendiri. Saat ini, praktis semua lahan bisnis tersentuh penerapan teknologi informasi (TI). Dari yang kelas raksasa (seperti industri pertambangan, perbankan, dan raja-raja consumer goods) hingga bisnis kecil-kecilan (para perajin patung kayu dan pembuat sirup rumahan, misalnya).

Seiring dengan tumbuhnya kesadaran para pelaku bisnis akan krusialnya penerapan TI untuk kepentingan bisnis, jasa dan produk berbasis TI sebagai pendukung dan penopangnya pun semakin marak. Tren inilah yang kemudian memicu sekaligus memacu lahirnya wirausaha-wirausaha baru di bisnis digital yang kini biasa disebut digital entrepreneur atau (disingkat) digitalpreneur. Merekalah orang-orang yang cekatan menunggangi gelombang perubahan lanskap bisnis yang berkembang amat cepat selama beberapa tahun terakhir.

Memang, belakangan, semakin banyak wirausaha baru yang bisa hidup dan besar dari bisnis TI. SWA, misalnya, pernah menampilkan sosok Tjendra Kosim, pemilik dan dirut PT ExcelSoft Dynasys, yang berhasil mengembangkan aplikasi akuntansi dan payroll. Bermodalkan Rp 30 juta, mantan konsultan di KPMG ini membangun bisnis TI sendiri dan sekarang berkantor di Wisma Kosgoro. Sudah 500-an perusahaan yang menggunakan software keluaran ExcelSoft Dynasys, termasuk perusahaan besar seperti Coca-cola, BAT Indonesia, Rio Tinto, Harian Bisnis Indonesia, dan beberapa perusahaan di lingkungan Grup Lippo
Contoh lainnya adalah John Sihar, pemilik PT Pentakom Megajasa Sarana, yang sukses berbisnis TI dengan menyasar klien sekelas PT Elnusa. Pernah juga ditampilkan sosok Abimanyu Wachjoewidajat, pemilik software house untuk aplikasi berbasis SMS, dengan mengibarkan PT Inovasi Mitra Solusindo. Tentu masih banyak lagi sosok digitalpreneur sukses yang pernah ditampilkan SWA.

Sementara itu, melesatnya jumlah pelanggan operator telepon seluler di negeri ini juga berandil besar mempercepat lahirnya para digitalpreneur baru. Lihatlah, Telkomsel, yang pada 2007 baru mempunyai sekitar 48 juta pelanggan, kini telah menembus 100 juta pelanggan. Demikian juga Indosat dan XL yang masing-masing kini berhasil meraup sekitar 40 juta pelanggan. Hampir semua provider dan operator telekomunikasi di Indonesia mengakui bahwa 40%-60% trafik Internet didominasi Facebook. Bahkan, dengan jumlah pengguna sekitar 30 juta, Indonesia kini menempati deretan negara yang terbanyak menambah pengguna Facebook di dunia. Selain Facebook, situs lain yang laris di Indonesia adalah blogger.com, Wordpress.com dan kaskus.us. Semua situs laris ini, yang menarik, ternyata sekadar wadah, sementara kontennya semua di-generate oleh pengguna Internet, bukan pengelola situs.

Nah, dari situs-situs pertemanan dan komunitas itulah terbuka peluang untuk berbisnis dengan cara yang mudah, praktis, bahkan gratis. Sembari sekadar ngobrol, seseorang dapat menawarkan solusi, menempelkan produk di wall atau catatan di Facebook. Tentu saja, di samping situs pertemanan ini, ada situs-situs komersial yang memang fokus pada kegiatan perdagangan seperti kaskus.us forum jual-beli dan bekas.com yang ramai trafik dan transaksinya. 

Pemacu lain merebaknya digitalpreneur, tentu saja, pesatnya pertambahan pengguna gadget dan terus berkembangnya TI. Sekarang, misalnya, berkembang banyak sekali framework (bahasa pemrograman) yang kian murah (bahkan gratis), simpel dan canggih. Lihat pula, pesatnya perkembangan teknologi mobile dan media sosial (Facebook, Twitter, iPhone, BlackBerry, Nokia, Plurk, dan sebagainya). Nun di sebelahnya, para vendor besar pun sigap memberi dukungan dana, misalnya Telkom lewat Ventura Capital dan Microsoft melalui jejaring ISV-nya.

Duit yang berputar di bisnis digital ini pun bukan main-main. Sekadar contoh, pernahkan Anda bayangkan berapa nilai bisnis mobile content di Indonesia saat ini? Untuk konten musik digital saja kini diperkirakan mencapai Rp 600 miliar. Di Telkomsel, misalnya, tercatat pengguna aktif download fulltrack berbayar sebanyak 50 ribu-60 ribu pengguna. Secara total, pada 2009, nilai bisnis layanan konten seluler dan fixed wireless access telah menembus Rp 7 triliun. Ini artinya, ada jatah 30% buat digitalpreneur yang menggeluti bisnis mobile content.

Jadi, tunggu apa lagi? Pasar dan industri digital, seperti terlukis di atas, tumbuh amat mengesankan. Bukan sebatas saat ini, tetapi justru sangat prospektif di masa depan. Pada saat bersamaan, lihatlah, kini banyak bertumbuhan digitalpreneur ataupun para genius lokal sebagai strartup entrepreneur yang hebat dan potensial. “Spesies-spesies” istimewa ini umumnya mengawali bisnis mereka semata berbekal visi, passion dan, tentu saja, otak yang cemerlang. Banyak dari mereka yang kini mulai terbuka dan siap diajak bermitra.
Bagi para pemilik dana di negeri ini, jangan sia-siakan momentum ini. Sebab, seperti yang sudah terjadi pada beberapa kasus, para pemodal asinglah yang ternyata jauh lebih sigap mengendus dan menyantap peluang sedap ini. Sudah menjadi rahasia umum, seperti emerging markets lainnya, Indonesia pun kini berada dalam radar para venture capital global. Sekadar pengetahuan, 18% dari PDB Amerika Serikat kini disumbang oleh perusahaan yang didukung modal ventura semacam Microsoft, Cisco, Compaq dan Google.
Anda tahu kan maksudnya? Betul: jangan sampai kelak Anda cuma bisa gigit jari dan — parahnya — menyalahkan keadaan. Source: Harmanto Edi Djatmiko

Kamis, 17 Februari 2011

WWW.

WWW = World Wide Web!!! Beberapa dari kita yang sering melakukan surfing di Internet, kata-kata ini mungkin tidak terdengar asing lagi ditelinga. Apalagi sebagai seorang pebisnis online......., WWW sangatlah menjanjikan untuk menjadikan alat bisnis yang revolusioner.

Walaupun kita telah mendengar tentang World Wide Web, tetapi pada umumnya masih berjuang untuk memahami barang apa ini? bagaimana cara kerjanya? dan bagaimana tampil disana? Perusahaan dapat masuk ke Web dengan menggunakan ribuan gerbang elektronik dengan membuat alamat yang disebut dengan Universal Resource Locator atau biasa disebut dengan URL.

Hanya dengan membuat website yang kreatif dan semenarik mungkin, perusahaan yang sangat kecil pun akan mampu memasarkan produk dan jasanya kepada pelanggan ke seluruh dunia. Dengan kemampuan ini wirausahawan kecil dapat menyajikan promosi dalam komputer dengan tampilan grafik berwarna, suara, animasi, atau video, serta kata-kata sehingga benar-benar menarik untuk dikunjungi oleh para pencari informasi di Internet.

WWW memberikan peluang kepada wirausahawan atau perusahaan kecil meluaskan jaringan bisnisnya keluar daerahnya, karena ini adalah peluang komersial dengan cakupan pemasaran yan luas dan di distribusikan ke seluruh dunia. 

Rancangan situs web biasanya dikenal dengan sebutan (klik disini): home page, yang merupakan sarana interaktif yang bisa digunakan oleh pelanggan untuk mencari informasi tentang perusahaan, produk dan jasa. Web juga bisa menghubungkan perusahaan pemilik home page mereka atau situs-situs web yang lain seperti iklan yang tidak bisa dilakukan oleh media lain.

Akhir kata, WWW memberikan peluang pada usaha kecil atau wirausahawan untuk meluaskan jaringan pangsa pasarnya secara luar biasa. Tunggu apalagi GO WEB!!!

.

Copreneurs


Copreneurs...........? Mungkin dari kita pernah mendengar kata-kata ini. Apabila diterjemahkan kurang lebih artinya adalah: Wirasutri, wirausahawan yang terdiri dari pasangan suami-istri yang bekerja bersama sebagai rekan kerja dalam bisnis mereka.

Ya......tentunya tidak seperti "Daddy and Mommy" yang tradisional dimana suami sebagai pemimpin dan istri sebagai bawahan. Copreneurs menciptakan pembagian kerja berdasarkan keahlian dan bukan berdasarkan Gender. 

"Tidak ada yang lebih menarik daripada membina bisnis dan melihatnya tumbuh bersama seseorang yang kita cintai", betul tidak??? Betul....betul.......betul. Copreneurs yang berhasil, belajar membangun landasan hubungan kerja yang sukses sebelum mereka mendirikan bisnis.

Mari kita simak nilai-nilai yang ditanamkan oleh para Copreneurs agar kerjasama mereka berhasil:
  1. Saling menghormati bakat masing-masing.
  2. Memiliki visi dan misi yang sama, tujuan bisnis yang sesuai dengan tujuan hidup.
  3. Memiliki suatu pandangan bahwa mereka adalah mitra yang sejajar.
  4. keterampilan bisnis yang saling melengkapi yang diakui dan dihargai oleh keduanya dan mengarah pada identitas bisnis yang unik pada masing-masing pasangan.
  5. Kemampuan menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, berbicara dan mendengarkan masalah-masalah baik pribadi maupun bisnis.
  6. Kemampuan untuk saling mendorong semangat masing-masing dan memberikan motivasi sebagai leverage bagi mitra yang kurang bersemangat.
  7. Batas antara kehidupan bisnis dan kehidupan pribadi, agar tidak dicampur aduk sehingga yang satu tidak mengganggu yang lain.
  8. Adanya rasa humor.
Meskipun Copreneurs bukan untuk semua orang, tetapi banyak juga pasangan yang cocok melakukan bisnis ini dan malah sering mendongkrak keberhasilan bisnis, karena mereka memiliki visi dan misi yang sama dengan menyatukan pada keterampilan dan kemampuan masing-masing pasangan.

HAVE A GOOD DAY
    Made Budi

"Dengan menyatukan semua keterampilan, maka satu ditambah satu lebih dari dua".

Home Based Business

 Apa sih arti judul diatas??? Bila kita terjemahkan kira-kira istilah "Katrok"nya adalah Bisnis Rumahan!!! AADBR??? (Ada Apa Dengan Bisnis Rumahan?)

Sudah beberapa tahun silam bisnis rumahan berkembang sangat pesat!!! secara rata-rata bisnis rumahan baru, lahir tiap 11 detik! Dimasa lalu bisnis rumahan cenderung berupa home industri yang kurang menarik seperti kerajinan dan menjahit. sekarang bisnis rumahan lebih beragam seperti pebisnis rumahan yang modern kiranya berupa perusahaan-perusahaan kecil yang memiliki teknologi lebih maju dan lebih tinggi dengan rata-rata penjualan yang mengagumkan.

Bisnis rumahan saat ini lebih banyak dijalankan oleh para kaum wirausahawan muda. Meningkatnya kaum wirausahawan muda dengan menggunakan paruh waktu akan terus menumbuhkan bisnis-bisnis yang dilakukan dirumah dari tahun ketahun. Sejalan dengan kemajuan teknologi komputer dan komunikasi canggih lainnya yang mengubah rumah sederhana menjadi pondok bisnis rumahan. Mereka dapat melakukannya dimana saja, tidak perduli hanya 5 meter dari dapur atau hanya sejengkal dari tempat tidur.

Apa yang membuat mereka tertarik untuk menjalankan bisnis rumahan ini? Yang jelas ada beberapa alasan seperti:
  • Untuk memperoleh penghasilan tambahan diluar pekerjaan utama mereka.
  • Tidak perlu menyewa tempat.
  • Tidak memerlukan ruang yang besar.
  • Dapat dijalankan dengan paruh waktu bagi yang masih mempunyai pekerjaan tetap.
  • Dapat dijalankan dengan pasangan, bagi yang sudah menikah.
Dan masih banyak lagi alasan-alasan yang lainnya.

Keuntungan utama dari dari bisnis rumahan paruh waktu adalah resiko yang lebih rendah apabila terjadi kegagalan usaha. Banyak pebisnis rumahan secara paruh waktu ini "menguji suasana kewirausahaan" untuk melihat apakah gagasan mereka berhasil dan apakah mereka akan menikmati usaha mandiri tersebut.

Dengan berkembangnya usaha mereka, para pebisnis rumah paruh waktu ini akan menjajal menghabiskan lebih banyak waktu berwirausaha sampai akhirnya terbentuk "bisnis yang sepenuhnya!!!"

Sekitar 57 % bisnis rumahan merupakan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan yang menarik bagi pemiliknya. apabila anda telah memiliki bisnis rumahan apapun itu bentuknya, banggalah terhadap bisnis rumahan anda. Hanya beberapa dasawarsa yang lalu kerja dirumah memberi kesan yang kurang baik, tetapi saat ini wirausahawan atau pebisnis rumahan sangat dihargai. Banggalah dengan Bisnis Anda!!!

HAVE A GOOD DAY

10 Tips Agar Bisnis Rumahan Sukses

 Pada artikel sebelumnya kita telah sharing informasi bagaimana menjalankan bisnis rumahan untuk menambah pengahasilan diluar pendapatan tetap kita sebagai karyawan.

Walaupun bisnis rumahan lebih mudah untuk diwujudkan, tetapi perlu juga untuk tetap mempertimbangkan langkah-langkah apa saja yang perlu kita prioritaskan didalam menjalankan usaha ini. Mengapa??? Karena ketika kita menjalankan usaha dirumah, ada poin-poin tertentu yang perlu kita pertimbangkan agar tidak tercampur aduk antara waktu bekerja dengan kebutuhan interaksi kita bersama keluarga maupun sahabat yang sering berkunjung ke rumah.

Ada 10 Tips agar "Bisnis Rumahan" dapat berjalan dengan lancar, simak berikut ini:
  1. Kerjakan pekerjaan rumah anda. Potensi keberhasilan bisnis di rumah bergantung dari seberapa besar persiapan yang dilakukan pelaku bisnis bahkan sebelum membuka bisnis. Information resources merupakan sumber yang amat baik untuk meneliti pelanggan, industri, pesaing dan lain sebagainya.
  2. Pilih lokasi yang paling efisien untuk tempat usaha kita.Sekitar separuh dari pelaku bisnis rumahan menjalankan usahanya di kamar yang tidak terpakai. Kalau bisa hindari penggunaan ruangan di kamar tidur atau ruang keluarga kita.
  3. Pusatkan gagasan bisnis kita. Hindari kecenderungan segala hal untuk semua orang, pusatkan bisnis kita pada kelompok pembeli atau spesialisasi tertentu.
  4. Bicarakan aturan bisnis dengan keluarga kita. Menjalankan bisnis di rumah berarti kita dapat lebih banyak berkumpul dengan keluarga begitu pula sebaliknya,............ keluarga kita lebih banyak bersama kita. Tetapkan aturan-aturan  mengenai hal ini dari awal.
  5. Belajar menghadapi pengalihan perhatian. Cara terbaik menghadapi pengalihan perhatian sewaktu bekerja di rumah adalah dengan memilih bisnis yang benar-benar kita sukai, seperti hobi yang dapat menghasilkan uang.
  6. Sadarilah bahwa telepon dapat menjadi teman yang terbaik,......atau musuh terburuk kita. Sebagai pebisnis rumahan, kita akan menggunakan banyak waktu menggunakan telepon. Pastikan penggunaannya seproduktif mungkin.
  7. Tegaslah dengan teman dan tetangga. kadang kala teman dan tetangga memiliki pandangan yang salah, bahwa karena kita berada di rumah, kita sedang tidak bekerja. Jelaskan dengan bijaksana bahwa kita memiliki jam kerja dirumah dan persilahkan mereka datang setelah jam kerja kita selesai.
  8. Bersiaplah bila bisnis kita mengharuskan klien berkunjung kerumah kita. Berpakaianlah yang pantas dan sopan, jangan pakai celana kolor atau sarung!!! Pastikan kantor kita menampilkan citra profesional.
  9. Jaringan, jaringan, dan jaringan. membentuk jaringan adalah kunci sukses dari keberhasilan usaha kita untuk memasarkan bisnis kita.
  10. Bangga terhadap bisnis di rumah kita sendiri. Saat ini wirausahan dan bisnis di rumah sangat dihargai. Banggalah dengan bisnis kita.
Demikian 10 Tips sukses dari saya. apabila rekan-rekan juga ingin membaca artikel lainnya dari saya.

Salam hangat dan terimakasih atas kunjungan Blognya. Sukses selalu.

Competitive Advantage

Competitive advantage merupakan pengembangan sebuah rencana strategis bersifat kritis dalam menciptakan keunggulan bersaing bagi suatu bisnis kecil. Keunggulan bersaing merupakan kumpulan faktor-faktor yang membedakan suatu perusahaan dari pesaingnya dan memberikan posisi yang unik dalam pasar. 

Biasanya wirausahawan yang berhasil adalah ahli dalam berpikir strategis. Mereka tahu apa yang harus dilakukan agar berhasil di pasar tempat mereka bersaing. Mereka tahu bahwa mereka harus menginvestasikan sumber daya mereka yang terbatas itu secara bijaksana. Para wirausahawan ini memikirkan setiap gerakan strategis yang mereka lakukan untuk memastikan bahwa gerakan itu memperkuat fokus strategis perusahaan. 

Memperoleh keunggulan bersaing merupakan sasaran yang bergerak dan tidak harus merupakan sesuatu yang tetap. Hal-hal rinci yang membentuk keunggulan perusahaan memerlukan modifikasi dan adaptasi terus menerus agar memenuhi kebutuhan yang berubah-ubah. Suatu bisnis mungkin dapat mempertahankan keunggulan ini selama puluhan tahun, sedang yang lain kehilangan keunggulannya terhadap pesaing hanya dalam waktu hitungan musim.

Agar terus maju, sebuah perusahaan kecil harus menetapkan suatu rencana bisnis untuk menciptakan citra yang unik dalam pikiran calon pelanggan. Jalan lain untuk bisnis kecildalam mencari keunggulan bersaing adalah sesuatu yang memang dirancang untuk keterampilan dan sumber daya bisnis seperti kedekatan dengan pelanggan, membina hubungan baik dengan pelangggan melalui penyampaian produk dan jasa yang menciptakan nilai bagi pelanggan.

Sewaktu mengembangkan perencanaan strategis, perusahaan-perusahaan kecil sebenarnya memiliki banyak keunggulan dibandingkan perusahaan besar pesaingnya. Bisnis kecil biasanya hanya memiliki sedikit jenis produk, basis pelanggan yang lebih jelas dan biasanya sedikit. Pemilik bisnis kecil juga mempertahankan hubungan dekat dengan pelanggannya. yang memungkinkan mendeteksi pergeseran dalam keinginan dan kebutuhan pelanggan. Oleh sebab itu perencanaan strategis seharusnya lebih alamiah pada bisnis kecil daripada bisnis besar.

Demikian sedikit cuplikan mengenai Competitive Advantage. Terimakasih.

Side Business

Bisnis Sampingan. Masih banyak peluang bisnis yang dapat kita lirik dan jalankan sembari bekerja sebagai karyawan. Kita dapat belajar dan mengasah kemampuan kita sebagai wirausahawan melalui bisnis sampingan diluar lingkup pekerjaan kantor yang terkadang membuat kita jenuh dengan rutinitas yang itu-itu aja.Tetapi sebelum kita memutuskan untuk menjalankan bisnis sampingan, perlu kita sesuaikan dengan waktu dan kegiatan di perusahaan kita bekerja.

adapun langkah-langkah yang perlu kita lakukan sebelum menjalankan bisnis sampingan adalah:
  1. Persiapkan rencana bisnis sampingan  yang akan dijalankan serta cadangan modal yang cukup untuk mengawali usaha tersebut.
  2. Beradaptasi dengan merubah pola pikir sebagai wirausahawan, karena berbisnis penuh dengan lika-liku dan dinamika yang unpredictable, seorang wirausahawan biasanya adalah orang yang berani mengambil resiko, pandai melihat dan memanfaatkan peluang, serta optimis.
  3. Awali dengan modal yang kecil, jangan dijadikan sebagai kendala didalam mengawali bisnis sampingan.
  4. Lakukan dan jalankan, walaupun masih ada sedikit kekurangan disana-sini, itu adalah hal yang biasa bagi pebisnis baru.
  5. Do your own business. Ikuti kata hati dan jangan latah meniru atau ikut-ikutan usaha orang lain yang sudah jalan atau sukses.
Demikian sharing dari saya, dan terimakasih atas kunjungannya di Blog ini.

Competitve Edge

Competitive Edge, atau yang biasa disebut dengan "Daya Saing" memegang peranan penting dalam keberhasilan suatu bisnis. Sebuah bisnis kecil memiliki daya saing bila pelanggannya memperoleh kesan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan lebih baik daripada produk atau jasa milik pesaingnya.

Pemilik bisnis dapat menciptakan persepsi ini dengan berbagai macam cara. Perusahaan-perusahaan kecil kadang-kadang mencoba menciptakan daya saing dengan menawarkan harga terendah. Pendekatan ini bisa saja digunakan untuk berbagai produk atau jasa terutama yang dipandang konsumen sebagai komoditi, tetapi terkadang harga dapat menjadi kriteria yang berbahaya untuk membangun daya saing. Biasanya pemilik bisnis kecil lebih menekankan kepada mempertahankan kesetiaan pelanggan dengan cara memberikan perhatian lebih kepada kosumen per konsumen dengan memberikan pelayanan antar melalui telepon, menjual barang secara kredit, atau memberikan kenyamanan untuk dibidang jasa. 

Hal tersebut lebih baik dilakukan daripada harus tergusur oleh perusahaan besar dengan melakukan perang harga secara frontal. Lebih baik pemilik bisnis kecil berkiprah dengan cara memberikan layanan dan produk yang tidak dapat diberikan oleh perusahaan besar.

Wirausahawan yang berhasil seringkali menggunakan keunggulan khusus yang mereka miliki untuk membangun daya saing didalam menghadapi para pesaingnya yang lebih besar. Hubungan mereka yang dekat dengan pelanggan, perhatian pribadi, penitik beratan pada pelayanan, keluwesan organisasi dan manajemen, memberikan pondasi yang kokoh dalam membangun daya saing terhadap perusahaan yang lebih besar.

Peusahaan kecil lebih efektif menciptakan "Relationship Marketing" yakni  proses pengembangan dan pemeliharaan hubungan jangka panjang dengan pelanggan sehingga mereka tetap kembali berbelanja.

Untuk menciptakan relationship marketing, pemilik bisnis kecil harus memiliki sense of customer behavior and needed dengan mencapai tingkat tertinggi dari empat tingkatan keterlibatan pelanggan berikut ini:
  1. Customer Awareness. Pemilik bisnis kecil harus jeli bahwa "ada pelanggan di luar sana!!!" Biasanya pemilik perusahaan kecil tidak banyak mengenal tentang pelanggan perusahaan dan memandang mereka hanya secara umum.
  2. Customer Sensitivity. Masih ada sekat pemisah diantara pemilik bisnis kecil dengan pelanggan. Para karyawan mulai mengenal ciri-ciri pelanggan mereka, tetapi belum ada two-ways communication untuk berbagi informasi dengan mereka, sehingga pemilik bisnis kecil tidak mendapatkan feedback dari para pelanggannya.
  3. Customer Alignment. Pemilik bisnis memahami peranan sentral pelanggan dalam bisnis dan banyak meluangkan waktu berbicara dengan pelanggan serta mencari umpan balik dari pelanggan melalui observasi, vokus kepada kelompok pelanggan, wawancara dengan pelanggan serta kunjungan-kunjungan.
  4. Customer Partnership. Pelanggan adalah bagian dari semua hal utama. Pemilik bisnis kecil telah menyempurnakan perilaku pelayanan kepada pelanggan menjadi bagian dari budaya perusahaan.
Jadi sayangilah pelanggan Anda!!! Sekian dulu sharing dari saya dan semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih atas kunjungan Blognya.

Rabu, 02 Februari 2011

managing integrated marketing communications

Modern marketing calls for more than developing a good product, pricing it attractively, and making it accessible. Companies must also communicate with present and potential stakeholders, and the general public. Every company is inevitably cast into the role of communicator and promoter.

For most companies, the question is not whether to communicate but rather what to say, to whom, and how often.  The Marketing communications mix consists of five major modes of communication:
    1. Advertising: Any paid form of non personal presentation and promotion of ideas, goods, or services by an identified sponsor.
    2. Sales promotion: A variety of short-term incentives to encourage trial of purchase of a product or service.
    3. Public relations and publicity: A variety of program designed to promote or protect a company's image or its individual product.
    4. Personal selling: Face-to-face interaction with one or more prospective purchasers for the purpose of making presentations, answering questions, and procuring orders.
    5. Direct and interactive marketing: Use of mail, telephone, fax, email, or internet to communicate directly with or solicit response of dialog from specific customers and prospects.
The communications process 
Today there is a new view of communications as an interactive dialog between the company and its customers that takes place during the preselling, selling, consuming, post consuming stages. Companies must ask not only "How can we reach our customers?" but also "How can our customers reach us?".